Kamis, 01 November 2012

cinta

suatu sore saya mengikuti bincang-bincang dengan beberapa arsitek, fotografer, mahasiswa arsitektur kampus lain, dan seorang orang awam untuk berbincang-bincang mengenai sistem atau program perhimpunan yang mengacu pada desain urban.
Topik, TOR, dan alur pembicaraan pada sore itu berbau intelek, tapi menurut saya, itu buruk. tidak ada benang merah pembicaraan hingga evaluasi orang-orang "tua" kepada anak muda yang selalu membanding-bandingkan generasi. Tapi ada satu yang menarik, yakni sang orang awam tersebut.

Beliau disapa Mas Agus, seorang buruh fotokopi di perpustakaan ITB, ya seorang buruh fotokopi. Sembari mendigitilasisi buku-buku dan memfotokopi buku-buku di perpustakaan tersebut, Mas Agus diam-diam membaca buku-buku arsitektur dan dengan lancangnya ia "merampok" para dosen untuk diinterogasi dengan pemikiran, teori, dan preseden nyata mengenai fetishnya.

Aktif menginterogasi para dosen senior untuk mendongengkan cerita tentang sang jendela dunia yang baru saja dibacanya dan dengan lugunya memberikan ide dan gagasan tentang arsitektur membawa Mas Agus menempuh pendidikan S1 Arsitektur yang diprakarsai oleh kampus tempatnya bekerja. Tidak hanya berhenti disana, ia juga diundang untuk menjadi pembicara setaraf dengan dosen dan kaum akademisi senior. Sehingga berhujung di pertemuan sore itu dengan kami kaum mahasiswa yang dengan santainya memandang arsitektur sebagai ... ( ya silahkan dibahasakan sendiri, saya sendiri masih menganggap itu sebagai mainan no 3 favorit saya). Ia begitu dihargai, meskipun gaya bicaranya menunjukkan ia memang bukan berasal dari golongan terpelajar, tapi semangat dan kecintaannya akan arsitektur mendorong orang-orang untuk membimbingnya untuk maju.

Saya malu dan kagum, namun yang pertama untuk saya. Tapi bukan arsitektur yang ingin saya soroti disini, melainkan kecintaannya terhadap sesuatu yang luar biasa tersebut. seperti lagu the beatles, all you need is love. Dengan fettish-nya terhadap arsitektur, ia membawa dan menarik orang-orang, perhatian, materiil dan imaterril kepadanya.

Saya sendiri? Saya seorang mahasiswa tahun ketiga yang tengah aktif memimpin di kegiatan kemahasiswaan. Saya tidak tahu, cintakah saya terhadapnya? Lebih dari 130 pengurus yang saya urus, lebih dari 20 acara yang saya tanggung jawabi. Cintakah saya? Harusnya sih iya... wong ketua gitu.

Rather than afraid of failure, it's worse when you lost the love. Making failure makes you wiser, without love you're nothing but a robot.